Kesehatan; Kaffein Kurangi Kemungkinan Demensia
Para peneliti asal Prancis membandingkan wanita berumur 65 tahun ke atas yang meminum lebih dari tiga cangkir kopi sehari dengan mereka yang minum kopi kurang dari satu gelas perhari.
Mereka menemukan bahwa mereka yang mengonsumsi lebih banyak kafein menunjukkan lebih sedikit penurunan pada tes memory selama empat tahun. Studi ini dipublikasi di Journal Neurology dan menunjukkan kemungkian bahwa kafein melindungi dari kemungkinan demensia.
Wood, chief executive pada Alzheimer’s Research Trust,mengatakan pengobatan bagi penderita Alzheimer belum tersedia, maka dari itu penelitian terhadap factor yang dapat melindungi memori sangatlah penting.
“Studi ini tidak menyatakan bahwa kafein menurunkan rate demensia, tapi karena memori terlihat menguat, maka mungkin kafein memperlambat demensia. Hanya waktu yang akan membuktikan.”
sources: coffeebar.com
Caffeine Myths and Facts Fakta: Menurut Judith Rapoport,M.D., ketua The Child Psychiatry Branch of the National Institute of Mental Health, kebanyakan anak tidak bereaksi secara berlebihan terhadap kafein dengan porsi yang mereka konsumsi. Rapoport menyarankan para orang tua memberikan porsi kafein yang normal bagi anak-anaknya. Fakta: Studi menunjukan bahwa anak-anak tidak memberikan reaksi lebih terhadap kafein selayaknya orang dewasa. Rapoport mengatakan tidak ada riset yang membuktikan bahwa kafein dapat menyebabkan hiperaktif pada anak-anak. Mitos: Wanita hamil sebaiknya menghindari kafein. Menurut James Mills, M.D., chief of the Pediatric Epidemiology Section of the National Institute of Child Health and Human Development, “ Kita beruntung mempunyai banyak data mengenai kafein dan kehamilan dari berbagai studi. Secara keseluruhan, data menunjukkan bahwa tetap aman bagi wanita hamil mengonsumsi kafein selama tidak berlebihan.” Mills merekomendasikan 300 milligrams kafein per hari sebagai batas level aman; setara dengan tiga-lima cankir kafe atau beberapa kaleng soft drinks. Mitos: Mengurangi atau mengeliminasi konsumsi kafein merupakan hal yang sulit. Fakta: Efek saat mengurangi atau berhenti mengonsumsi kafein bukanlah hal yang sulit bagi kebanyakan orang. “Banyak orang tidak mempunyai masalah saat konsumsi kafeinnya berkurang atau bahkan berhenti sama sekali,” terang O’Brien. Mitos: Kafein dapat menyebabkan penyakit dada(breast disease.) Fakta: Source: International Food Information Council Foundation, September 1998. 
Mitos : Efek kafein membuat kecanduan, sama seperti narkoba.
Fakta : "Absolutely not," kata Charles O'Brien, M.D., chief of psychiatry at the Veterans Administration Medical Center and professor and vice- chairman of psychiatry at The University of Pennsylvania School of Medicine.
O'Brien menekankan bahwa kokain dan heroin adalah zat adiktif yang dapat menyebabkan masalah kesehatan serius.Tak ada bukti yang menyatakan kafein menghasilkan efek yang sama dengan zat adiktif tadi. Pada medical sense, caffeine "addiction" adalah penggunaan kafein secara berlebih dengan tujuan membuat seseorang ‘high’.
“Begitu seseorang mencapai batas normal pengonsumsian kafein dalam satu hari, biasanya mereka tidak akan mengonsumsi lagi,”terang O’Brien.
Mitos: Orang tua sebaiknya menghindari pemberian makanan atau minuman berkafein kepada anak-anaknya.
Mitos: Kafein menyebabkan hiperaktif pada anak-anak
Fakta: Riset menunjukkan bahwa konsumsi kafein yang tidak berlebihan tidak akan memberi efek pada ibu hamil atau anak dalam kandungan; bahkan kafein tidak berpengaruh pada tingkat kesuburan seseorang.
Baik the American Medical Association's Council on Scientific Affairs and the National Cancer Institute menyimpulkan bahwa tidak ada hubungannya antara pengonsumsian kafein dengan fibrocystic breast disease. Menurut Laurie Green, M.D.,obstetrician-gynecologist with the California Pacific Medical Center in San Francisco,banyak wanita berpikir apakah lumpiness pada jaringan dada disebabkan oleh kafein. Studi menyatakan bahwa awal dari breast disease sama sekali tidak ada hubungannya dengan kafein.

Dibuka pada tahun 1930, hingga saat ini Kopi Aroma adalah salah satu brand kopi yang harus diketahui olah para pecinta kopi. Tan Houw Siah, pendiri Kopi aroma sebelumnya pernah bekerja di pabrik kopi yang dimiliki Belanda. Setelah 10 tahun bekerja, ia merasa mempunyai cukup ilm dan keterampAilan untuk membuka pabrik kopi sendiri.
Terletak di Jalan Banceuy, Bandung, saat ini manajemen Kopi Aroma dipegang oleh Widyapratama anak satu-satunya Tan Houw Siah. Ia mengatakan Kopi Aroma unggul dibandingkan merk kopi yang ada sekarang karena proses penjemuran hingga penggiligan masih menggunakan alat yang sama saat ayahnya mulai membuka pabrik tersebut dan pembuatan Kopi Aroma sama sekali tindak menggunakan bahan kimia.
Proses penuaan biji kopi juga masih dilakukan oleh Widya Untuk biji kopi Robusta didiamkan selama lima tahun dan untuk Arabika didiamkan selama delapan tahun. Proses penuaan ini dimaksudkan untuk lebih mematangkan biji kopi yang ada.
Setiap tahunnya Widya memperoleh biji kopi terbaik dari berbagai perkebunan kopi dari seluruh Indonesia. Untuk Arabika dari Aceh, Medan, Toraja dan Jawa. Sedangkan Robusta dari perkebunan di Bengkulu, Lampung, Tumenggung dan Wonosobo. Tidak hanya menunggu kiriman kopi, dua kali setahun Widaya juga mendatangi perkebunan kopi dimana ia memesan biji kopinya untuk ikut mengontol proses penanaman dan perawatan pohon kopi untuk memastikan tidak ada penggunaan bahan kimia.
Dibantu dengan sembilan orang karyawan, setelah mendapatkan biji kopinya, pertama Widya menjemur mereka dibawah sinar matahari dan setelah itu biji kopi memulai proses penuaan mereka untuk disimpan selama lima tahun untuk Robusta dan delapan tahun untuk Arabika. Dalam proses penuaan tersebut biji kopi melepaskan kadar kafein dan acid yang mereka miliki.
Biji kopi yang telah melewati proses penuaan lalu di bakar atau di roasting. Alat yang digunakan masih dengan alat yang digunakan ayah Widya pada saat pertama kali membuka pabrik kopi tersebut. Proses pembakaran tersebut menggunakan kayu karet. “Selain membantu para petani karet, kayu karet juga membatu memberika cita rasa kopi yang berbeda. Karena sebagian besar kayu yang saya gunakan adalah limbah, secara langsung saya ikut menjaga kebersihan alam kita.” ujar Widya.
Proses pembakaran yang memakan waktu dua jam ini manghasilkan biji kopi yang berubah warna dari kekuningan menjadi hitam pekat. Setelah itu dilakukan proses pendinginan sebalum biji kopi tersebut dimasukkan lagi ke sebuah alat untuk proses quality control.
Setelah melalui quality control, biji kopi dibagi menjai dua yaitu satu bagian yang akan langsung dijual bijinya saja dan yang akan ditumbuk halus. Setelah kopi dihaluskan, kopi tersebut siap untuk dijual. Kopi yang dijual widaya berkhasiat untuk penderita diabetes dan darah rendah. Dan untuk kopi Robusta juga berkhasiat untuk mengobati luka.
Widya menjual seberat 250 gram, 500 gram, dan satu kilogram. Tentu saja proses penimbangan dilakukan secara akurat. Kopi yang akan dijual dibungkus dengan kertas papir yang lebih kita kenal untuk membungkus rokok.
Di bungkus tersebut juga tertera himbauan, bahwa sebaiknya sesaat setelah dibuka, kopi ditempatkan ke dalam sebuah toples agar tidak mengurangi rasa dan aromanya.
Widya tidak menganjurkan pembelian kopi dalam partai besar, semisal diatas setengah kilo. Dengan asumsi, semakin banyak kopi yang dibeli, maka akan semakin lama pula waktu yang dibutuhkan untuk menghabiskannya. Terlalu lama masa penyimpanan dalam wadah yang berbeda dibandingkan di pabriknya dikhawatirkan membuat kopi tersebut kehilangan rasa originalnya.
Widya juga menganjurkan agar kopi diseduh dengan air mendidih, bukan air termos atau dispenser. Konon, rasa kopinya akan jauh lebih nikmat jika dilarutkan dalam air yang mengalami proses pemasakan sempurna.
Jadi, bagi kalian penggemar kopi belum sah bagi Anda mejebut diri Anda sebagai penggemar kopi jika belum datang dan mencicipi Kopi Aroma.
Narasumber : Widyapratama
